Memahami Isi Pokok Ajaran Al-Quran sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan
أَيَحْسَبُ ٱلْإِنسَٰنُ أَلَّن نَّجْمَعَ عِظَامَهُۥ بَلَىٰ قَٰدِرِينَ عَلَىٰٓ أَن نُّسَوِّىَ بَنَانَهُۥ
“Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? (Bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari-jemarinya dengan sempurna.” (QS: Al-Qiyamah [75] ayat 3-4)
Sidik jari mulai ditemukan pada akhir abad ke-19, sebelum itu manusia menganggap sidik jari hanyalah sekedar lengkung-lengkungan biasa pada jari. Faktanya setiap manusia memiliki bentuk sidik jari yang berbeda-beda, bahkan mereka yang terlahir kembar secara identik. Salah satunya terdapat penelitian yang dilakukan oleh Sir Francis Galton ilmuwan asal Inggris, yang membuat sidik jari menjadi sebuah metode ilmiah untuk mengidentifikasi.
Ayat tersebut menjadi bukti kebenaran isi Al-Qur’an. Jauh sebelum penelitian itu dilakukan, Al-Qur’an sudah menyebutkan tentang kesempurnaan jari manusia dalam surah Al-Qiyamah ayat 3-4. Ayat tersebut menjadi salah satu dari begitu banyak contoh ilmu pengetahuan dalam Al-Qur’an yang sangat perlu kita pahami dan amalkan. Tapi, jika kita telaah kembali, untuk apa kita memahami isi-isi Al-Quran sebagai sumber ilmu pengetahuan?
Al-Quran diturunkan secara mutawatir selama kurang lebih 20 tahun dengan perantara malaikat Jibril sebagai pedoman, ajaran, pembelajaran, dan pengingat bagi umat Islam. Hal ini menjadi tugas manusia untuk mengamati, menelaah, dan mencari nilai-nilai yang terkandung dalam al-Qur’an. Contohnya sebagai sumber ilmu pengetahuan. Al-Quran sebagai sumber ilmu pengetahuan utama bagi umat Islam dan manusia mengandung berbagai ajaran yang meliputi kehidupan spiritual, sosial, moral, dan hukum.
Al-Qur’an dalam isinya mengajarkan menekankan pentingnya ketauhidan atau keyakinan bahwa adalah Tuhan Yang Maha Esa tiada lain yakni Allah SWT dan tidak mengakui tuhan lain selain-Nya. Kita sebagai hamba-Nya dalam setiap langkah hidup kita haruslah mengingat akan kebesaran-Nya. Seperti contoh QS: Al-Ikhlas [112]: ayat 1-4 dan masih banyak lagi.
Kedua, Al-Qur’an sangat menegaskan prinsip-prinsip kemanusiaan dan keadilan dalam setiap perbedaan apapun. Miskin, tua, cacat, tuli, buta, murtad, kafir, lemah adalah sama. Mereka mempunyai hak yang sama. Tetap kita perjuangkan hak-hak mereka, berbuat adil, berlaku baik dan anggap sebagai saudara. Seperti pada surah QS: An-Nisa [04]: ayat 135 tentang bersikap adil meskipun memberatkan orang terdekat, QS: Al-A’raf [07]: ayat 54 tentang Allah sebagai Al-Hakam yakni Maha Pengatur dan Pencipta yang Adil.
Ketiga, Al-Qur’an adalah sumber dari segala sumber ilmu pengetahuan. Isi dalam Al-Qur’an mencakup banyak aspek ilmu yang mendalam. Bahkan mendahului dari penelitian dan penemuan para ilmuwan. Seperti halnya tidak bercampurnya air asin di laut dan air tawar (QS: Ar-Rahman [55]: 19-20 dan QS: Al-Furqan [25]: 53), sidik jari manusia (QS: Al-Qiyamah: [75]: 3-4), teori tentang turunnya hujan, rahasia masa iddah bagi perempuan, fungsi angin pada penyerbukan tumbuhan dan masih banyak lagi.
Keempat, Al-Quran juga berfungsi sebagai sumber pedoman hukum dan etika. Ayat-ayat Al-Qur’an berisi tentang berbagai aspek kehidupan, termasuk hubungan sosial, ekonomi, politik, dan hukum, serta etika dalam berbisnis, berkeluarga, dan berinteraksi dengan lingkungan. Seperti ada QS: An-Nisa [04]: ayat 29 tentang etika dalam berbisnis, QS: Al-Hujurat [49]: ayat 03 tentang hubungan sosial dan masih banyak lagi.
Banyak sekali isi-isi pokok ajaran Al-Quran sebagai sumber ilmu pengetahuan yang dapat kita simpulkan sangat penting untuk kita telaah. Berikut ini adalah penjabaran bagaimana pentingnya memahami isi-isi pokok ajaran sebagai sumber ilmu pengetahuan. Pertama, sebagai Panduan Hidup. Memahami isi pokok ajaran Al-Quran sebagai panduan hidup membantu individu untuk menjalani hidup sesuai dengan kehendak Allah dan mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Kedua, sebagai Pemersatu Umat. Al-Quran menjadi sumber petunjuk dan pedoman hidup bagi umat manusia, mempersatukan orang-orang dari berbagai latar perbedaan di bawah satu kepercayaan dan pandangan hidup. Ketiga, sebagai Transformasi Sosial. Pemahaman yang mendalam tentang ajaran Al-Quran memungkinkan transformasi sosial yang positif, mengarah pada masyarakat yang lebih adil, beradab, dan harmonis. Keempat, sebagai Pemberitahuan Spiritual. Al-Quran tidak hanya memberikan pengetahuan tentang dunia, tetapi juga tentang dimensi spiritual kehidupan manusia dan hubungan kita dengan sang pencipta.
Al-Quran adalah sumber ilmu pengetahuan yang luar biasa, banyak pokok-pokok ajaran spiritual, moral, sosial, dan hukum bagi umat manusia yang sudah ada sebelum penelitian dan penemuan dari para ilmuwan. Al-Qur’an lebih dahulu mengungkapkan kebenaran isyarat-isyarat tersebut baru kemudian manusia menemukan kebenaran tersebut melalui sebuah penelitian dan penemuan. Obyek penelitian tersebut adalah alam raya beserta isinya dengan tujuan akan mengantarkan manusia untuk menambah keimanan kepada Allah Swt., Dzat yang menciptakan alam raya ini. QS: Ali Imron [3]: 190-191
إِنَّ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ لَءَايَٰتٍ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ ٱلَّذِينَ يَذْكُرُونَ ٱللَّهَ قِيَٰمًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِى خَلْقِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَٰذَا بَٰطِلًا سُبْحَٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka”.”
Ayat di atas mengajak manusia untuk menggabungkan antara pikir dan dzikir. Berfikir untuk menemukan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat berguna bagi kehidupan manusia yang disertai dengan berdzikir dalam keadaan apapun. Artinya ketika melakukan proses berfikir tersebut, kita terus mengingat Allah Swt. dan menemukan Dzat yang menciptakannya serta akan menambah ketaatannya pada Allah Swt.
Dari penjabaran tersebut, kita dapat mengetahui bahwa isi pokok dalam Al-Qur’an adalah sebuah kebenaran yang sudah terbukti ada sebelum banyaknya penelitian dan penemuan oleh para ilmuwan. Di dalam isinya Al-Qur’an juga menekankan pentingnya keyakinan bahwa tiada Tuhan yang wajib kita sembah selain Allah SWT, Al-Qur’an juga mengajarkan untuk memperjuangkan keadilan tanpa membeda-bedakan. Mari kita jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dan petunjuk hidup kita agar tidak tersesat.
Mari kita memahami, mempelajari dan kita amalkan isi pokok ajaran Al-Quran, hal tersebut bukan hanya penting bagi umat Islam, tetapi juga bagi seluruh umat manusia untuk pengetahuan, kebijaksanaan, dan petunjuk dalam menjalani kehidupan yang bermakna dan berarti. Mari kita jadikan kebenaran dalam Al-Qur’an sebagai peningkat keimanan kita kepada Allah SWT. Memahami, mempelajari dan mengamalkan isi pokok Al-Quran sebagai sumber ilmu pengetahuan bukanlah tujuan akhir, tetapi merupakan panggilan untuk bertindak. Kita, sebagai individu dan masyarakat, memiliki tanggung jawab untuk mengaplikasikan ajaran-ajaran Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari, untuk menciptakan dunia yang lebih baik dan lebih baik sebagaimana yang diinginkan oleh Allah SWT, menggapai rido-Nya dan untuk kehidupan kekal besok di surga. Aamiin.