Postingan

Memahami Isi Pokok Ajaran Al-Quran sebagai Sumber Ilmu Pengetahuan

أَيَحْسَبُ ٱلْإِنسَٰنُ أَلَّن نَّجْمَعَ عِظَامَهُۥ بَلَىٰ قَٰدِرِينَ عَلَىٰٓ أَن نُّسَوِّىَ بَنَانَهُۥ “Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? (Bahkan) Kami mampu menyusun (kembali) jari-jemarinya dengan sempurna.” (QS: Al-Qiyamah [75] ayat 3-4)            Sidik jari mulai ditemukan pada akhir abad ke-19, sebelum itu manusia menganggap sidik jari hanyalah sekedar lengkung-lengkungan biasa pada jari. Faktanya setiap manusia memiliki bentuk sidik jari yang berbeda-beda, bahkan mereka yang terlahir kembar secara identik. Salah satunya terdapat penelitian yang dilakukan oleh Sir Francis Galton ilmuwan asal Inggris, yang membuat sidik jari menjadi sebuah metode ilmiah untuk mengidentifikasi.           Ayat tersebut menjadi bukti kebenaran isi Al-Qur’an. Jauh sebelum penelitian itu dilakukan, Al-Qur’an sudah menyebutkan tentang kesempurnaan jari manusia dalam surah Al-Qiyamah ayat...